Pada hari Jumaat lepas, 17 Jun 2011, berita mengenai tapir sesat disiarkan.
kesian tapir..sebab manusia ia jadi begini...Begitu pedih hati ku bila terjadi perkara macam ni..
kalau lah aku ada kuasa menghalang...
"Ya Allah, selamatkanlah tapir ini dari segala bahaya...amin"
![]() |
| ::Sang Tapir DaLam keSakiTan:: Boleh rujuk berita kat sini : http://www.utusan.com.my/utusan/info.asp?dt=0618&pg=mh_03.htm&pub=Utusan_Malaysia&sec=Muka_Hadapan&y=2011 |
Tapi yang pilunya,
pihak yang terbabit tidak merawat luka tapir ini sebelum melepaskannya ke hutan berhampiran.
oh manusia,
cukup-cukuplah membersihkan hutan di sini
cukup-cukuplah membina penempatan tanpa perancangan
memusnahkan habitat haiwan yang makin pupus seperti ini
haiwan yang tidak berdaya meminta bantuan..
aku sangat tertarik dengan sajak dari link ini: http://abastajab.multiply.com/photos/album/50/Kesian_si_tapir_itu...
Si tapir itu mencari ibunya yang hilang entah kemana
mungkin ibunya berduka karena hutan sudah tidak seindah dulu
dan hutan bukan hutan persis suatu waktu dahulu.
Ia meraung, ia menangis, ia meneriak.
Adakah ibunya merajuk lara karena kemusnahan belantara tidak memihak kepadanya untuk membesarkan sianak seperti kebiasaannya
ia harus berjuang sendirian
berlari kesana berlari kesini untuk kebutuhan alamiahnya.
Mungkin ibunya teramat luka karena hutan, sungai, gunung
mulai diterokai oleh perosak alam sewenangnya.
Yang mulai rakus memugar hutan semahunya.
Rimba tebal bukan lagi lapangan permainan yang bebas dihuni semahunya.
si anak tapir meraung sedih karena rimbanya yang telah musnah
kayu kayan hutan yang gelojoh dibabat manusia
ia menangis dan mengalirkan air mata pedih
karena polah manusia haloba
yang lebih mementingkan pembukaan hutan
atas nama pembangunan..
aku sangat tertarik dengan sajak dari link ini: http://abastajab.multiply.com/photos/album/50/Kesian_si_tapir_itu...
Si tapir itu mencari ibunya yang hilang entah kemana
mungkin ibunya berduka karena hutan sudah tidak seindah dulu
dan hutan bukan hutan persis suatu waktu dahulu.
Ia meraung, ia menangis, ia meneriak.
Adakah ibunya merajuk lara karena kemusnahan belantara tidak memihak kepadanya untuk membesarkan sianak seperti kebiasaannya
ia harus berjuang sendirian
berlari kesana berlari kesini untuk kebutuhan alamiahnya.
Mungkin ibunya teramat luka karena hutan, sungai, gunung
mulai diterokai oleh perosak alam sewenangnya.
Yang mulai rakus memugar hutan semahunya.
Rimba tebal bukan lagi lapangan permainan yang bebas dihuni semahunya.
si anak tapir meraung sedih karena rimbanya yang telah musnah
kayu kayan hutan yang gelojoh dibabat manusia
ia menangis dan mengalirkan air mata pedih
karena polah manusia haloba
yang lebih mementingkan pembukaan hutan
atas nama pembangunan..
::i love my nature::
::save wild animals::
::save the world::
Dalam entry sebelum ini, pernah berbicara mengenai tapir.
Boleh rujuk link ini : http://missnediya.blogspot.com/2011/02/malayan-tapir-tenuk-meeting.html



No comments:
Post a Comment